Review Lagu Justin Bieber – Ghost

Review Lagu Justin Bieber – Ghost. “Ghost” milik Justin Bieber, single keenam dari album Justice yang rilis Maret 2021, tetap jadi salah satu lagu paling emosional dan relatable hingga akhir 2025. Dengan lebih dari 3 miliar views video musik di YouTube dan 2 miliar stream Spotify, lagu ini bukan sekadar pop ballad biasa—ia jelajahi tema kehilangan orang tercinta, baik karena kematian maupun perpisahan. Bieber tulis review lagu ini bersama Jon Bellion dan tim Monsters & Strangerz, terinspirasi pandemi COVID-19 yang bikin banyak orang kehilangan koneksi, plus pengalaman pribadi seperti kematian kakeknya awal 2021. Maknanya mendalam: rasa sakit dari absennya seseorang, tapi juga harapan bahwa trauma itu tak abadi. Di era sekarang, lagu ini sering jadi soundtrack healing grief, bukti Bieber matang dari teen idol jadi artis yang berani ungkap vulnerabilitas.

Latar Belakang dan Produksi Lagu Ghost

“Ghost” lahir di tengah proses Justice, album yang Bieber bilang tentang “healing” setelah tahun sulit 2020. Ia rekam cepat dengan Jon Bellion—yang juga tulis tentang neneknya yang meninggal—dan produksi Monsters & Strangerz yang campur beat trop house dengan gitar akustik. Bieber cerita di Vogue 2021, lagu ini untuk “make people feel like there is hope”—trauma kehilangan tak selamanya, terutama saat pandemi bikin orang tak bisa bertemu keluarga.

Video musik, rilis Oktober 2021, sutradarai Colin Tilley dan bintangi Diane Keaton sebagai nenek Bieber—cerita Bieber bantu nenek move on setelah kakek meninggal, simbol grief yang universal. Bieber perform live di Grammy dan konser, tapi akui lagu ini berat karena personal. Jon Bellion tweet 2022 bahwa ia tulis dari kehilangan neneknya, tambah lapisan emosi. Hasilnya, lagu yang sonically adventurous: beat chattering beri energi, tapi liriknya bittersweet, bikin standout di album Justice yang campur love song dan refleksi.

Analisis Lirik Lagu Ghost dan Makna Emosional

Lirik “Ghost” seperti percakapan dengan orang yang sudah pergi. Bieber buka: “Youngblood thinks there’s always tomorrow / I miss your touch some nights when I’m hollow / I know you crossed a bridge that I can’t follow.” Ini gambarkan penyesalan—waktu terasa terbatas, tapi dulu kita anggap ada besok forever.

Chorus paling ikonik: “If I can’t be close to you / I’ll settle for the ghost of you / I miss you more than life.” “Ghost” metafora kenangan yang haunt tapi juga comfort—kalau tak bisa dekat fisik, memory jadi ecstasy. Bieber bilang ini tentang losing loved one: bisa kematian, breakup, atau jarak pandemi. Verse lain tambah: “And if you can’t be next to me / Your memory is ecstasy”—sakit tapi manis, karena ingatan bikin hidup berlanjut.

Makna keseluruhan: grief bukan akhir, tapi proses healing. Bieber ingin beri hope—hurt tak abadi, dan “settle for the ghost” artinya terima absen tapi pegang kenangan sebagai penawar. Bisa interpretasi luas: kehilangan kakek Bieber, pandemi, atau hubungan putus—tapi universal, bikin lagu resonate dengan siapa saja yang pernah lost someone.

Dampak dan Penerimaan Kritik

“Ghost” dapat pujian besar: kritikus sebut emotional depth dan production unik yang balance grief dengan hope. Di Justice, lagu ini standout—Pitchfork puji sonic ups and downs, Billboard bilang heartfelt dengan hook colossal. Dapat Grammy Best Pop Duo/Group 2022 (meski kalah), tapi chart #5 Hot 100 dan #1 di Malaysia/Singapura.

Dampak budaya: jadi comfort song untuk grief, sering di playlist healing atau pemakaman. Pendengar bilang relatable untuk pandemi loneliness atau breakup—banyak yang pakai untuk TikTok challenge “ghost of you”. Bieber bilang objective-nya beri hope, dan berhasil: jutaan orang rasakan tak sendirian dalam sakit kehilangan. Di 2025, lagu ini masih sering diputar, bukti timelessness-nya di album yang campur upbeat dan introspektif.

Kesimpulan

“Ghost” adalah masterpiece emosional Justin Bieber: dari lirik tentang settle for memory sampai chorus yang haunting, lagu ini jelajahi grief dengan jujur tapi penuh harapan. Terinspirasi pandemi dan kehilangan pribadi, maknanya universal—kehilangan orang tercinta tak abadi, dan kenangan bisa jadi ecstasy di tengah sakit. Bieber matang tunjukkan vulnerabilitas, bikin lagu ini bukan sekadar hit, tapi companion untuk healing. Di akhir 2025, dengar lagi: mungkin bantu kamu terima “ghost” di hidupmu, dan ingat bahwa miss more than life tak selamanya menyiksa.

Baca Selengkapnya Hanya di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *